Cari
  • klinik raden saleh

Tentang Abortus Inkomplit KLINIK RADEN SALEH

Diperbarui: 2 hari yang lalu

#tentangklinikradensaleh #klinikkuret

Tentang Klinik raden saleh - Pixabay

Abortus Incomplete adalah masalah serius yang sering dianggap sepele. Pada tahun 2010 WHO mengeluarkan pernyataan bahwa aborsi metode surgical (Vakum aspirasi) dengan dokter ObGyn adalah metode aborsi yang sangat dianjurkan dan paling aman.

Memang selain lebih aman, efisien dan tuntas 100%. Aborsi yang dilakukan oleh dokter spesialis di klinik raden saleh memiliki tingkat keberhasilan yang sangat tinggi.

Anda beberapa penelitian menunjukkan bahwa aborsi dengan metode medikasi (Obat Aborsi) dapat menimbulkan efek samping seperti abortus incomplete.


Apakah Abortus Inkomplit?

Bagi Anda yang bertanya-tanya, abortus incomplete atau abortus inkomplit adalah kondisi komplikasi yang diakibatkan aborsi tidak selesai 100%. Meski proses kehamilan tidak berjalan lagi dan fetus berhenti berkembang, tetapi sebagian jaringan fetus masih tertinggal atau kandungan tidak bersih seluruhnya.

Hasilnya adalah pendarahan terus-menerus bahkan di luar masa haid atau pendarahan yang lebih banyak daripada haid biasanya.

Jika Anda memiliki gejala-gejala seperti ini pasca mengonsumsi obat-obatan yang belum jelas keberhasilanya, sangat disarankan untuk menemui dokter kandungan secepat mungkin dan menjalani ultrasound (USG), untuk kemudian melaksanakan tindakan yang dibutuhkan agar kondisi Anda dapat diatasi.


Penyebab Abortus Inkomplit

Konsumsi obat-obatan seperti meski dianggap lebih instan dan bisa dilakukan sendiri untuk prosedur aborsi, tetapi memiliki efek komplikasi seperti abortus inkomplit.

Pada tahun 2017 dilakukan beberapa penelitian untuk melihat seberapa sering kemungkinan komplikasi ini dapat terjadi.

  • Pada usia kehamilan 0 – 77 hari resiko terjadinya abortus incomplete 1,6%

  • Pada usia kehamilan 78 – 83 hari resiko terjadinya abortus incomplete 2,6%

  • Pada usia kehamilan 83 – 91 hari resiko terjadinya abortus incomplete 3,4%


Dampak Abortus Incomplete Yang Perlu Anda Ketahui

Abortus Incomplete sering diasosiasikan dengan pendarahan terus menerus atau pendarahan hebat dan rasa sakit yang tak tertahankan di perut.

Di India, 65% pasien dengan abortus incomplete sampai membutuhkan transfusi darah karena tidak mengetahui efek samping dari medikasi aborsi dan menganggap remeh pendarahan yang mereka alami.


Efek lain dari abortus incomplete adalah infeksi serius dan berbahaya. Beberapa pasien tercatat meninggal karena infeksi setelah mengonsumsi obat yang tidak jelas keberhasilanya untuk menghentikan proses kehamilan mereka. Saat Anda terkena infeksi serius, gejala yang Anda peroleh mungkin tidak banyak atau tidak berlebihan.


Segera periksakan diri ke dokter jika Anda memiliki gejala-gejala : demam di atas 100,40 F (380 C) yang bertahan selama lebih dari 4 jam, rasa sakit hebat pada area pinggang ke bawah, menggigil, jantung berdetak kencang atau pingsan. Selain itu Anda juga perlu mewaspadai gejala-gejala umum seperti : lemas, mual, muntah, diare, atau merasa sakit 24 jam setelah mengonsumsi obat berbahaya


Oleh karena itu pula, Klinik Aborsi Jakarta tidak menganjurkan penggunaan obat-obatan ini sebagai cara menggugurkan kandungan yang aman. Inilah metode aborsi aman yang digunakan di klinik kuret .


Berkonsultasilah sebelum melakukan tindakan aborsi, langsung dengan dokter Spesialis Kandungan di layanan yang telah kami sediakan, atau bisa juga membaca terlebih dahulu di website resmi kami.

Sumber Artikel : Klinik Raden Saleh

0 tampilan
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest

© copyright 2017-2020  KLINIK RADEN SALEH  SINCE 1995